Tag Archives: Profil

SHINee – Profil & Single Hits

BoyBand SHINee

SHINee adalah band kontemporer yang beranggotakan 5 remaja dengan latar belakang SMP dan SMA (berusia sekitar 14-18 tahun). SHINee memiliki keunikan dimana mereka menampilkan musiknya yang trendy. Selain itu, mereka juga menampilkan sesuatu yang indah dipandang mata yakni perpaduan antara dance dan fashion.

Nama SHINee diambil dari kata ‘Shine’ yang berarti sinar. Sinar yang dimaksud adalah mampu menyinari para penikmat musik, tanpa mempedulikan usia, gender, dan tipe musik yang disukai. Sedangkan kata ‘ee’ diambil dari noun suffix (entah, saya kurang tau apa artinya..hehe). Itu saja penjelasan singkat tentang boyband SHINee. Untuk profil dari masing-masing personilnya, bisa Anda lihat disini.
Selain profil band dan personilnya, ini saya tampilkan pula lagu SHINee yang menurut saya enak didengar sekaligus sebagai perkenalan telinga Anda dengan musik dari boyband SHINee. Selamat menikmati.

Motivasi – Jangan Pernah Berkata Tidak Bisa

foto Lena Maria

Lena Maria Klingvall terlahir di Stockholm Swedia, tanpa memiliki kedua lengan dan dengan kaki kiri yang lebih kecil dari ukuran normal. Walaupun dengan kondisi fisik seperti itu, kini ia mampu meraih lebih banyak prestasi dibandingkan dengan orang yang pada umumnya berfisik normal.

Orangtua Lena Maria sangat terkejut ketika mengetahui anak mereka terlahir tanpa tangan dan hanya memiliki satu kaki normal. Tetapi mereka tidaklah kecewa dan berputus asa, mereka yakin bahwa anak mereka itu berhak melakukan apapun, mereka membesarkannya dengan penuh kebanggaan dan kasih sayang. Mereka tidak malu untuk memperkenalkan anak mereka ke lingkungan tempat tinggal, dan teman-teman mereka. Banyak kerabat yang salut kepada keteguhan dan kegigihan mereka, bahkan memberikan semangat serta dukungan bagi mereka. Hal ini yang menjadikan Lena Maria tumbuh menjadi sosok yang mandiri, penuh keyakinan dan kepercayaan diri.

Berikut ini adalah sebuah video berisi perjalanan hidup seorang Lena Maria.

Dari perjalanan Lena Maria di atas bisa kita petik hikmahnya bahwa

Tidak ada sesuatu yang tidak bisa dilakukan jika kemauan dan usaha yang mendasari semua itu.

Pemuda Terkaya di Asia (2010-2011)

Yoshikaku Tanaka

Namanya Yoshikazu Tanaka, usianya baru 33 tahun. Namun kekayaannya mencapai US$ 1,4 miliar (sekitar Rp 12,6 triliun). Pada bulan Maret ini namanya tercantum dalam Top 10 New Billionaires in Asia 2011.

Sebenarnya pemuda kelahiran Tokyo, Jepang ini bukan pertama kali masuk daftar orang kaya versi majalah Forbes. Sebelumnya ia juga terdaftar di urutan kedua World’s Second-Youngest Self-Made Billionaire di belakang pendiri Facebook, Mark Zuckerberg. Daftar ini menunjukkan kalau Tanaka (dan juga Mark Zuckerberg) mendapatkan kekayaannya bukan dari warisan orangtuanya melainkan hasil usaha sendiri.

Tanaka boleh dibilang “Mark Zuckerberg” versi Asia. Seperti juga Mark, ia juga sukses menjadi pebisnis karena mengembangkan website jejaring sosial bernama Gree.

Awal kariernya dimulai saat ia bekerja di Sony Communication Network Corporation selepas menyelesaikan sekolahnya di Fakultas Hukum Nihon University tahun 1999. Tahun 2002, ia pindah ke Rakuten. Inc, sebuah website belajar online. Dari sinilah ia belajar bisnis internet.

Tahun 2004 ia memutuskan keluar dari Rakuten untuk mendirikan Gree (http://www.gree.co.jp), sebuah website jejaring sosial. Meski sama-sama website jejaring sosial, Gree berbeda konsep dengan Facebook atau website jejaring sosial di Jepang lainnya. Gree lebih menekankan pada jejaring permainan sosial. “Itu karena orang Jepang suka memainkan games,” kata Tanaka.

tampilan gree

Ini menunjukkan ia cukup jeli membidik pasar. Hal inilah yang membuat Gree langsung diserbu. Tak perlu sampai sebulan sudah mendapatkan sejuta member. Tak hanya itu, para member itu juga mau membayar pakaian virtual – satu fasilitas di website itu – untuk berpartisipasi di jejaring buatannya. Dari sinilah, antara lain, pendapatannya ia kumpulkan.

Tahun 2006 Gree “go public” dengan menawarkan 51% sahamnya ke pasar modal. Tahun 2009, harga sahamnya melonjak beberapa kali lipat. Dari 51% saham milik publik yang pada tahun 2008 nilainya hanya US$ 170 juta, setahun kemudian nilainya sudah mencapai US$ 1,6 miliar.

Dengan prestasi perusahaan itulah Forbes menobatkan Tanaka menjadi anak muda terkaya Asia tahun 2010 dan 2011.

Sumber : andriewongso

5 Temuan Thomas Edison yang Belum Terungkap

Thomas Alfa Edison

Lahir di Ohio pada 1847, Edison adalah seorang pengusaha sekaligus ilmuwan dan penemu besar Amerika Serikat yang memiliki begitu banyak hasil penelitian. Ia juga pendiri 14 perusahaan termasuk General Electric.

Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuannya di AS. Hasil penelitian besarnya meliputi lampu bohlam, ponograf (gramofon), kamera bergerak, dan dinamo.

Namun, ada pula penemuan-penemuan yang tak terungkap oleh publik. Situs Gearlog mencatat setidaknya ada lima penemuan Edison yang belum begitu banyak diketahui orang.

1. Mesin suara (1868)
Jauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat hasil temuannya bernama Vote Recorder. Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak.

Thomas Alfa Edison

Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, “Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia,” katanya.

2. Boneka Bicara (1877)
edison talking doll.jpgTak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka.

Thomas Alfa Edison

Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.

3. Baterai untuk Mobil Listrik (1880)
Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu.

Thomas Alfa Edison

Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi “Mobil listrik telah mati.” Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya. Mimpi Edison tak pernah kesampaian.

4. Film Frankenstein (1910)
Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein , sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.

Thomas Alfa Edison
 

5. Telepon untuk Arwah (1920)
Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia.

Thomas Alfa Edison

Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati. Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini. Bila alat ini sudah berhasil ditemukan, mungkin saja yang akan ditelepon paling dulu adalah arwah Edison sendiri.

Sumber : kaskus